Home / Info / Perbedaan AHA dan BHA dalam Skincare: Manfaat, Fungsi, dan Cara Menggunakannya
Perbedaan AHA dan BHA

Perbedaan AHA dan BHA dalam Skincare: Manfaat, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Jasa Maklon Kosmetik Modal Murah Moq Rendah BPOM

Mau Maklon Kosmetik?

Kami bantu dari formulasi, produksi, hingga izin BPOM & Halal. 🌿

Perbedaan AHA dan BHA

AHA dan BHA merupakan dua jenis kandungan eksfoliasi yang sering ditemukan dalam produk skincare, seperti toner, serum, essence, dan peeling solution. Keduanya berfungsi membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda.

AHA atau Alpha Hydroxy Acid lebih dikenal sebagai eksfoliator yang bekerja terutama pada permukaan kulit. Sementara itu, BHA atau Beta Hydroxy Acid, yang paling sering digunakan dalam skincare adalah salicylic acid, dikenal karena sifatnya yang dapat membantu membersihkan penumpukan minyak dan kotoran di dalam pori-pori.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan AHA dan BHA? Mana yang lebih sesuai untuk kulit berminyak, kering, berjerawat, atau kusam? Apakah AHA dan BHA boleh digunakan bersamaan?

Artikel ini membahas pengertian, manfaat, cara kerja, jenis kandungan, perbedaan, cara penggunaan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih produk skincare dengan AHA atau BHA.

Apa Itu AHA dalam Skincare?

AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acid, yaitu kelompok asam organik yang banyak digunakan sebagai bahan eksfoliasi dalam produk perawatan kulit.

AHA umumnya bersifat larut dalam air dan bekerja terutama pada lapisan terluar kulit. Kandungan ini membantu melonggarkan ikatan antarsel kulit mati sehingga proses pelepasannya menjadi lebih mudah.

Dengan proses tersebut, AHA dapat membantu memperbaiki tampilan tekstur kulit, membuat permukaan kulit terasa lebih halus, dan membantu menyamarkan warna kulit yang tidak merata.

Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), AHA digunakan dalam produk kosmetik untuk membantu memperbaiki tekstur dan warna kulit, mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi tampilan garis halus.

Jenis-Jenis AHA yang Sering Digunakan

Tidak semua AHA memiliki karakteristik yang sama. Beberapa jenis memiliki ukuran molekul dan sifat yang berbeda sehingga dapat menghasilkan pengalaman penggunaan yang berbeda pula.

Glycolic Acid

Glycolic acid merupakan salah satu jenis AHA yang paling banyak digunakan dalam produk eksfoliasi.

Karena ukuran molekulnya relatif kecil, glycolic acid dapat berpenetrasi lebih mudah dibandingkan beberapa jenis AHA lainnya. Kandungan ini digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit dan tampilan warna kulit yang tidak merata.

Glycolic acid sering ditemukan dalam toner, serum, dan produk eksfoliasi.

Referensi: DermNet – Alpha Hydroxy Acid Facial Treatments.

Lactic Acid

Lactic acid merupakan jenis AHA yang memiliki sifat humektan, yaitu dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit.

Selain membantu proses eksfoliasi, lactic acid juga digunakan dalam formulasi skincare untuk mendukung hidrasi dan memperbaiki tekstur kulit.

Kandungan ini sering dipilih dalam formulasi eksfoliasi yang ditujukan untuk memberikan pendekatan lebih lembut dibandingkan beberapa formulasi glycolic acid.

Referensi: PubMed – Applications of Hydroxy Acids.

Mandelic Acid

Mandelic acid merupakan AHA dengan ukuran molekul yang relatif lebih besar dibandingkan glycolic acid.

Karakteristik tersebut membuat penetrasinya cenderung lebih lambat. Mandelic acid sering digunakan dalam produk eksfoliasi yang dirancang untuk membantu memperbaiki tekstur dan tampilan warna kulit.

Namun, ukuran molekul yang lebih besar tidak menjamin suatu produk bebas dari risiko iritasi.

Referensi: Journal of Drugs in Dermatology – All Things Acids.

Citric Acid

Citric acid merupakan jenis AHA yang secara alami ditemukan pada berbagai buah sitrus.

Dalam kosmetik, citric acid dapat digunakan sebagai bahan pendukung eksfoliasi maupun pengatur pH formula, bergantung pada konsentrasi dan fungsi yang dirancang dalam produk.

Referensi: FDA – Alpha Hydroxy Acids.

Apa Itu BHA dalam Skincare?

BHA merupakan singkatan dari Beta Hydroxy Acid. Dalam industri skincare, istilah ini paling sering digunakan untuk menyebut salicylic acid.

Salicylic acid memiliki sifat larut dalam minyak atau lipofilik. Karakteristik tersebut membuatnya dapat berinteraksi dengan minyak atau sebum yang terdapat pada pori-pori.

BHA sering digunakan dalam produk perawatan kulit berminyak dan berjerawat karena membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati serta kotoran yang dapat menyumbat pori-pori.

Menurut FDA – Beta Hydroxy Acids, salicylic acid merupakan bahan BHA yang paling umum digunakan dalam produk kosmetik.

Baca Juga:  Rambut rontok

Jenis BHA yang Sering Digunakan

Salicylic Acid

Salicylic acid merupakan bahan aktif yang paling dikenal dalam kelompok BHA pada produk skincare.

Kandungan ini memiliki sifat keratolitik, yaitu membantu melonggarkan dan mengangkat sel kulit mati. Selain itu, salicylic acid juga memiliki aktivitas antiinflamasi.

Salicylic acid sering ditemukan dalam produk perawatan kulit yang ditujukan untuk membantu mengatasi pori-pori tersumbat dan jerawat.

Referensi: Cleveland Clinic – Facial Acids.

Lipohydroxy Acid (LHA)

Lipohydroxy acid merupakan turunan salicylic acid yang juga digunakan dalam beberapa formulasi perawatan kulit.

LHA memiliki sifat lipofilik dan digunakan untuk membantu proses eksfoliasi. Karakteristik formulasi dan respons kulit terhadap LHA dapat berbeda dengan salicylic acid biasa.

Referensi: Journal of Drugs in Dermatology – All Things Acids.

d8RG9GmronosTU2PPyfkdgVIE84vLkEGXxbJASmCk m5jSVacD gcnAMwy8p9n0LOwyweMSmt75FeinLVqtjpWGHYmPczvddgGZWmzNyVQZ7wadNl64AmIKRJcoGc6zNr5qlepfE 9zazLSIlOvqzavKAP u6odwxLl87DY9QHQZhXX0p uFDrF AFH8NIA3

Perbedaan AHA dan BHA dalam Skincare

Walaupun sama-sama digunakan sebagai bahan eksfoliasi, AHA dan BHA memiliki sejumlah perbedaan dari segi kelarutan, karakteristik, serta tujuan penggunaannya.

Berikut perbandingan keduanya.

AspekAHABHA
KepanjanganAlpha Hydroxy AcidBeta Hydroxy Acid
Contoh utamaGlycolic acid, lactic acid, mandelic acidSalicylic acid
KelarutanUmumnya larut dalam airSalicylic acid bersifat larut dalam minyak
Area kerja utamaPermukaan kulitPermukaan kulit dan bagian dalam pori
Fungsi utamaMembantu mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki teksturMembantu eksfoliasi dan membersihkan penumpukan minyak di pori
Sering digunakan untukKulit kusam, tekstur tidak merata, noda permukaanKulit berminyak, komedo, dan pori tersumbat
Perhatian khususDapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar UVDapat menyebabkan kering atau iritasi

Referensi: FDA – AHA, FDA – BHA, dan Cleveland Clinic – Facial Acids.

Perbedaan Cara Kerja AHA dan BHA

AsL6m8ChI89V15LoeHkz2EMDXCFyAzfmVFyevk3VjaOz7MdivO wVx Vd jpZ7SQw5y Fmus9yTWuGe6XsyrhCYBCG3sIBdJUS9zSEbRZ qOIspjySoy54iGQJ0SRejtppWPqDy SnwJvflMNW0F03FDLSTwA1u5PcxIIvB Kvbp0GHQV2PkcrEoFIndeWYT

Perbedaan yang paling mudah dipahami adalah area kerja utama keduanya.

AHA bekerja terutama pada permukaan kulit. Kandungan ini membantu melonggarkan sel kulit mati sehingga permukaan kulit terasa lebih halus.

Sementara itu, salicylic acid sebagai BHA memiliki sifat larut dalam minyak. Hal tersebut membuatnya dapat berinteraksi dengan sebum dan penumpukan di dalam pori-pori.

Karena karakteristik tersebut, AHA sering digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit, sedangkan BHA sering dipilih dalam perawatan kulit yang mengalami komedo dan pori-pori tersumbat.

Referensi: The Ordinary – Scientific Proof.

Manfaat AHA untuk Kulit

AHA memiliki beberapa manfaat yang berkaitan dengan proses eksfoliasi dan perbaikan tampilan permukaan kulit.

Membantu Mengangkat Sel Kulit Mati

Sel kulit mati yang menumpuk dapat membuat permukaan kulit tampak kusam dan terasa kasar.

AHA membantu melonggarkan ikatan antarsel kulit mati sehingga proses pelepasannya menjadi lebih mudah.

Membantu Memperbaiki Tekstur Kulit

Penggunaan formulasi AHA yang sesuai dapat membantu memperbaiki tampilan tekstur kulit yang tidak merata.

Proses eksfoliasi membantu membuat permukaan kulit terasa lebih halus.

Membantu Menyamarkan Tampilan Noda Gelap

AHA dapat membantu memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata melalui proses eksfoliasi permukaan.

Namun, noda gelap memiliki banyak penyebab. Hasilnya bergantung pada jenis hiperpigmentasi, formulasi produk, dan kondisi kulit.

Membantu Mengurangi Tampilan Garis Halus

Beberapa formulasi AHA digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan garis halus dan tanda penuaan akibat paparan lingkungan.

FDA menjelaskan bahwa produk yang mengandung AHA dipasarkan untuk membantu memperbaiki tampilan garis halus, tekstur, dan warna kulit.

Referensi: FDA – Alpha Hydroxy Acids.

Manfaat BHA untuk Kulit

BHA, terutama salicylic acid, memiliki karakteristik yang membuatnya sering digunakan dalam perawatan kulit berminyak dan berjerawat.

Membantu Membersihkan Pori-Pori Tersumbat

Sebum, sel kulit mati, dan kotoran dapat menumpuk di dalam pori-pori.

Salicylic acid memiliki sifat larut dalam minyak sehingga dapat membantu proses eksfoliasi pada area pori yang mengalami penumpukan tersebut.

Membantu Mengatasi Komedo

Komedo terbentuk ketika folikel rambut atau pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.

Salicylic acid dapat membantu mengurangi penumpukan tersebut sehingga sering digunakan dalam produk perawatan komedo.

Membantu Perawatan Kulit Berjerawat

Salicylic acid merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam produk perawatan jerawat.

Baca Juga:  Cara mengatasi kulit kusam

Kandungan ini membantu proses eksfoliasi dan memiliki aktivitas antiinflamasi yang mendukung perawatan kulit berjerawat.

Namun, jerawat yang berat atau terus memburuk membutuhkan penanganan tenaga medis.

Membantu Mengurangi Penumpukan Minyak dan Sel Kulit Mati

Sifat lipofilik salicylic acid membuatnya sesuai digunakan dalam formulasi yang ditujukan untuk membantu membersihkan penumpukan sebum dan sel kulit mati.

Referensi: Cleveland Clinic – Facial Acids dan American Academy of Dermatology – Acne Guidelines.

AHA Cocok untuk Kulit Apa?

AHA dapat dipertimbangkan dalam formulasi perawatan untuk beberapa kebutuhan kulit berikut.

Kulit kusam

AHA dapat membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan sehingga kulit terlihat lebih segar.

Kulit dengan tekstur tidak merata

Eksfoliasi permukaan dapat membantu memperbaiki tampilan kulit yang terasa kasar.

Kulit dengan noda permukaan

AHA dapat membantu memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata, meskipun hasilnya bergantung pada penyebab noda.

Kulit kering

Beberapa jenis AHA, seperti lactic acid, juga memiliki sifat humektan. Namun, formulasi eksfoliasi tetap berpotensi menyebabkan iritasi atau kekeringan pada sebagian pengguna.

Referensi: DermNet – Alpha Hydroxy Acid Facial Treatments.

BHA Cocok untuk Kulit Apa?

NXak Jny92L ku8UUXNthz1aH02t4sSA 8HPWKCLspRWLiLFmADX13a2s0Nk05BiV nF7cLuOfQsnde8G0ZjmEproxwkjciM kmTOxCCv4sZMtRYDCxTli0 0pZwSDIcMHrtl ozr88CWiz0YKfN57v8JTZPA3X4bipreaFO4qht6YkAhnLwaJ91zy1Cb PK

BHA, terutama salicylic acid, sering digunakan dalam formulasi untuk kebutuhan berikut.

Kulit berminyak

Sifat larut dalam minyak membuat salicylic acid dapat berinteraksi dengan sebum pada permukaan dan pori-pori.

Kulit dengan komedo

Salicylic acid membantu proses eksfoliasi pada area pori yang mengalami penumpukan minyak dan sel kulit mati.

Kulit yang rentan berjerawat

Kandungan ini sering digunakan dalam produk perawatan kulit berjerawat karena sifat keratolitik dan antiinflamasinya.

Kulit dengan pori tersumbat

BHA dapat membantu mengurangi penumpukan yang berkontribusi terhadap penyumbatan pori.

Referensi: FDA – Beta Hydroxy Acids.

Apakah AHA dan BHA Boleh Digunakan Bersamaan?

AHA dan BHA dapat ditemukan dalam satu produk atau rangkaian skincare tertentu. Namun, bukan berarti setiap orang perlu menggunakan keduanya secara bersamaan.

Kedua bahan tersebut sama-sama berfungsi sebagai eksfoliator. Penggunaan berlebihan atau penggabungan dengan bahan aktif lain yang terlalu agresif dapat meningkatkan risiko kulit mengalami iritasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan konsentrasi dan petunjuk penggunaan produk.
  • Jangan langsung menggabungkan beberapa produk eksfoliasi sekaligus.
  • Perhatikan reaksi kulit setelah menggunakan produk baru.
  • Gunakan pelembap untuk membantu menjaga hidrasi kulit.
  • Gunakan sunscreen pada siang hari.

Jika kulit mudah mengalami iritasi atau sedang menggunakan obat jerawat dari dokter, tanyakan terlebih dahulu apakah kombinasi tersebut sesuai.

Referensi: FDA – AHA dan FDA – BHA.

Cara Menggunakan AHA dan BHA dengan Bijak

Penggunaan bahan eksfoliasi harus memperhatikan kondisi kulit, konsentrasi, jenis produk, dan petunjuk pemakaian.

Berikut beberapa prinsip yang dapat diperhatikan.

Periksa Kandungan dan Petunjuk Produk

Sebelum menggunakan produk, periksa daftar bahan, konsentrasi jika dicantumkan, cara pemakaian, dan peringatan pada kemasan.

Jangan memilih produk hanya berdasarkan persentase bahan aktif.

Mulai dengan Satu Produk

Jika belum pernah menggunakan produk eksfoliasi, jangan langsung memasukkan beberapa bahan aktif sekaligus ke dalam rutinitas.

Memulai dengan satu produk memudahkan pengguna mengetahui apakah kulit dapat menoleransinya.

Jangan Menggunakan Secara Berlebihan

Frekuensi penggunaan harus mengikuti petunjuk produk. Penggunaan lebih sering tidak otomatis memberikan hasil lebih baik.

Jika muncul rasa terbakar, kemerahan menetap, atau iritasi, hentikan pemakaian.

Gunakan Pelembap

Pelembap membantu mempertahankan hidrasi dan mendukung fungsi skin barrier.

Pilih formulasi yang nyaman dan sesuai dengan kondisi kulit.

Gunakan Sunscreen

Penggunaan AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet. FDA menyarankan penggunaan sunscreen, pakaian pelindung, dan pembatasan paparan matahari ketika menggunakan AHA serta selama satu minggu setelah pemakaian dihentikan.

Referensi: FDA – Guidance for Industry: Labeling for Cosmetics Containing Alpha Hydroxy Acids.

Efek Samping AHA dan BHA yang Perlu Diketahui

Walaupun banyak digunakan dalam produk skincare, AHA dan BHA tetap memiliki kemungkinan menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  MOQ Maklon Kosmetik: Panduan Memulai Brand Kosmetik Tanpa Harus Produksi dalam Jumlah Besar

Efek Samping AHA

Beberapa efek yang dapat terjadi meliputi:

  • Rasa perih atau menyengat.
  • Kemerahan.
  • Kulit terasa kering.
  • Iritasi.
  • Peningkatan sensitivitas terhadap sinar matahari.

FDA menjelaskan bahwa penggunaan AHA topikal dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.

Referensi: FDA – Alpha Hydroxy Acids.

Efek Samping BHA

Penggunaan BHA, terutama salicylic acid, dapat menyebabkan:

  • Kulit kering.
  • Rasa perih.
  • Kemerahan.
  • Pengelupasan.
  • Iritasi pada kulit yang tidak cocok dengan formulanya.

FDA menyarankan melakukan pengujian pada area kecil terlebih dahulu, mengikuti petunjuk label, dan menghentikan penggunaan jika terjadi iritasi atau rasa menyengat yang berkepanjangan.

Referensi: FDA – Beta Hydroxy Acids.

Perbedaan AHA, BHA, dan PHA

Selain AHA dan BHA, ada juga kelompok eksfoliator bernama PHA atau Poly Hydroxy Acid.

PHA memiliki struktur dengan beberapa gugus hidroksil dan umumnya memiliki ukuran molekul lebih besar dibandingkan AHA sederhana.

Beberapa contoh PHA adalah gluconolactone dan lactobionic acid.

Berikut perbandingan singkatnya.

AspekAHABHAPHA
ContohGlycolic acid, lactic acidSalicylic acidGluconolactone, lactobionic acid
KarakteristikUmumnya larut dalam airSalicylic acid larut dalam minyakUmumnya larut dalam air
Area kerjaTerutama permukaan kulitPermukaan dan poriTerutama permukaan kulit
FungsiEksfoliasi permukaanEksfoliasi dan membantu membersihkan poriEksfoliasi dengan karakteristik humektan
CatatanDapat meningkatkan sensitivitas UVDapat menyebabkan kekeringan dan iritasiSering diformulasikan sebagai alternatif eksfoliasi yang lebih lembut

PHA bukan berarti tidak dapat menyebabkan iritasi. Respons tetap bergantung pada konsentrasi dan formulasi produk.

Referensi: Journal of Drugs in Dermatology – All Things Acids dan PubMed Central – Applications of Hydroxy Acids.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang AHA dan BHA

Apa perbedaan AHA dan BHA yang paling utama?

AHA bekerja terutama pada permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Sementara itu, salicylic acid yang umum disebut BHA memiliki sifat larut dalam minyak sehingga dapat membantu eksfoliasi pada area pori yang mengalami penumpukan sebum.

AHA untuk apa dalam skincare?

AHA digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur, dan memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata.

BHA untuk apa dalam skincare?

BHA, terutama salicylic acid, digunakan untuk membantu membersihkan penumpukan minyak dan sel kulit mati di pori-pori serta mendukung perawatan kulit berjerawat.

Apakah AHA dan BHA bisa digunakan untuk kulit sensitif?

Kulit sensitif dapat lebih mudah mengalami iritasi ketika menggunakan bahan eksfoliasi. Pemilihan produk perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika kulit sedang mengalami iritasi atau gangguan skin barrier, sebaiknya hindari menambahkan eksfoliator tanpa saran tenaga medis.

Apakah AHA dan BHA boleh digunakan setiap hari?

Tidak semua produk AHA dan BHA dirancang untuk penggunaan harian. Frekuensi harus mengikuti petunjuk pada kemasan dan mempertimbangkan toleransi kulit.

Apakah AHA dan BHA harus digunakan pada malam hari?

Tidak semua formulasi memiliki aturan waktu yang sama. Namun, karena AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap UV, perlindungan matahari pada siang hari sangat penting. Ikuti petunjuk produk.

Mana yang lebih baik, AHA atau BHA?

Tidak ada satu bahan yang selalu lebih baik untuk semua orang. Pemilihannya bergantung pada kebutuhan kulit, formulasi, dan toleransi pengguna.

Kesimpulan

AHA dan BHA merupakan dua kelompok bahan eksfoliasi yang memiliki karakteristik berbeda.

AHA, seperti glycolic acid dan lactic acid, bekerja terutama pada permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur, dan memperbaiki tampilan warna kulit.

Sementara itu, BHA yang paling umum digunakan adalah salicylic acid. Kandungan ini memiliki sifat larut dalam minyak sehingga sering digunakan dalam produk untuk membantu membersihkan penumpukan minyak dan sel kulit mati di pori-pori.

Pemilihan AHA atau BHA sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren skincare. Gunakan produk sesuai petunjuk, hindari eksfoliasi berlebihan, dan jangan lupakan pelembap serta sunscreen.

Ingin Membangun Brand Kosmetik atau Parfum Sendiri?

Memiliki brand kosmetik atau parfum sendiri merupakan peluang bisnis yang menarik. Namun, proses membangun produk membutuhkan persiapan mulai dari pengembangan formula, pemilihan bahan baku, pengujian, produksi, hingga pemenuhan persyaratan regulasi.

Bagi Anda yang ingin memiliki brand sendiri tetapi belum mempunyai pabrik, layanan maklon kosmetik dan parfum dapat menjadi solusi untuk memulai pengembangan produk.

Kami menyediakan layanan maklon kosmetik dan parfum dengan keunggulan:

  • MOQ mulai dari 500 pcs, sehingga dapat menjadi pilihan untuk memulai pengembangan brand.
  • Formula berbasis riset dan teknologi terkini.
  • Pengembangan produk mengikuti tren dan kebutuhan pasar global.
  • Dukungan proses produksi sesuai kebutuhan dan kategori produk.
  • Pendampingan terkait persyaratan BPOM, sertifikasi halal, CPKB, dan dokumen lain sesuai ruang lingkup fasilitas serta ketentuan yang berlaku.

Layanan Jasa Maklon Kosmetik Khinco

Saatnya wujudkan ide bisnis Anda menjadi brand kosmetik atau parfum sendiri. Konsultasikan konsep produk Anda bersama layanan maklon kami dan mulai perjalanan membangun brand dari tahap awal.

Share the Post:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Scroll to Top